Laman

Senin, 23 Juli 2012

Merasakan Banyak Kemudahan



     DAMPAK bersedekah sungguh sangat luar biasa. Efek sedekah kerapkali terjadi hal-hal yang di luar jangkauan manusia. Alhamdulillah, saya ditakdirkan ikut bertanggungjawab terhadap seorang anak yatim piatu, yang ikut tinggal di rumah orangtua saya. Jadi, sejak masih bujangan, saya sudah bertanggungjawab menyisihkan penghasilan untuk membantu kebutuhan hidup anak yatim piatu tersebut. Alhamdulillah saya ikut bertanggungjawab untuk mengurusi segalanya, untuk semua keperluan sekolahnya, dari berangkat sekolah sampai pulang sekolah.
     Tidak pernah terlintas di benak saya, jika berbagi dengan anak yatim akan berharap balasan yang berlipat. Insyaallah semuanya saya lakukan selayaknya yang mesti diperbuat sebagai sesama manusia. Tanpa pernah diduga sama sekali, ternyata saya merasakan banyak sekali kemudahan dalam berbagai urusan.
     Penghasilan saya sebagai karyawan tidaklah terlampau besar, standart UMK. Setelah penghasilan tersebut habis untuk pergi pulang kerja. Alhamdulillah, sungguh tidak masuk akal rasanya, dengan penghasilan yang serba pas-pasan ini, Allah masih berikan kesempatan kepada saya untuk tetap bisa berbagi dengan anak yatim-piatu, termasuk dengan orangtua. Bahkan barokahnya, saya masih bisa nabung sedikit-sedikit. Subhanallah.
       Berbagai kemudahan saya rasakan benar-benar terjadi. Dahulu waktu belum menikah, sempat terpikir ingin punya rumah sendiri. Padahal, kalau secara matematika, dengan penghasilan yang ada sangat tidak mungkin . Tapi begitulah Allah SWT membuat skenario-Nya, tiba-tiba saja ada yang menjual rumah dengan harga yang relatif murah. Lagi tidak punya uang, tiba-tiba saja dapat pekerjaan tambahan. Alhamdulillah. Saya hanya meyakini bahwa di dalam harta yang Allah SWT titipkan kepada kita, di sana ada hak orang lain yang wajib kita keluarkan. 

(Unan Sopandi, Karyawan Swasta, Cicalengka Bandung)

Posisi Bayi dalam Kandungan Normal



        Saya sudah dianugerahi 2 putera dan 1 puteri. Kejadiannya ketika saya hamil anak ketiga. Subhanallah, ketika hamil yang ketiga tersebut kondisi kesehatan saya ngedrop sekali. Berbeda dengan dua kehamilan sebelumnya. Saat itu saya sakit-sakitan.
      Tidak hanya itu,setelah memasuki masa kehamilan 5 bulan, posisi si bayi dalam kandungan saya diketahui ternyata sungsang. Kondisi itu berlangsung sampai usia kehamilan anak ketiga saya usia 8 bulan. Lantas waktu diperiksa, dokter bilang, “Kalau sampai usia kehamilan 8,5 bulan posisi bayi masih nyungsang, maka mau nggak mau proses kelahirannya harus lewat operasi.”
Subhanallah, waktu itu saya hanya bisa terus bersujud dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam proses persalinan nanti. Nah, ketika hampir usia 9 bulan, saya dan suami berniat dan bertekad untuk bersedekah kepada 40 anak yatim piatu. Saya betul-betul pasrah dan hanya bisa berharap pertolongan Allah SWT supaya semuanya berjalan lancar dan tidak ada operasi seperti  yang dikatakan dokter.
     Kurang lebih satu minggu setelah bersedekah kepada anak yatim piatu tadi, saya kembali memeriksa kandungan ke dokter yang sama. Mau tahu, apa kata si dokter setelah memeriksa kandungan saya? “Bu, alhamdulillah posisi bayinya sudah normal dan tidak sungsang lagi. Semua baik-baik saja.” Allahu akbar! akhirnya saya bisa melahirkan normal tanpa operasi dan anak ketiga kami lahir dengan selamat pada tanggal 19 Desember2008. Putri cantik ini kami beri nama Nafisah Alhaddad, Alhamdulillah sampai hari ini kondisinya sehat wal’afiat.
      Insyaallah kejadian ini saya ceritakan bukan untuk riya’, tapi semata-mata untuk berbagi kepada yang lain dan sama-sama bisa kita petik hikmah dan ibrohnya. Semoga ini bisa menambah keyakinan kita kepada janji Allah.Wallahu’alam bishawab.

 (Karmilasari, Ibu rumah tangga, Bngka-Belitung)